backend
Catatan teknis seputar web development, DevOps, dan integrasi AI.
47 artikel
- 01.52backend
Lock dicuri di tengah jalan: pelajaran fencing token
Lock yang dicek sekali di awal cuma menjaga pintu. Fencing token yang divalidasi di setiap tulisan state, plus heartbeat lease, yang menjaga datanya.
TL;DR: Cek lock sekali di awal doang nggak cukup, soalnya sesi lama bisa bangun lagi padahal lock-nya udah dicuri sesi lain. Solusinya fencing token: tiap tulis wajib bawa token yang naik terus, kalau udah basi langsung ditolak di sisi penyimpanan. Plus resume harus idempoten dan dites pakai kontrol negatif, biar guard-nya kebukti bisa gagal sebelum insiden beneran kejadian.
#distributed-systems#idempotency#testing - 17.28devops
Rollout Node Exporter KTM Fleet dan Jebakan MaxAuthTries
Prometheus TargetDown di server ke-10 fleet: node_exporter nggak ada, Ansible gagal deploy karena SSH MaxAuthTries terbakar oleh urutan kunci ed25519. Fix = hardening SSH dulu (key-only, urutan kunci), baru monitoring — semua idempoten.
TL;DR: Monitor nyala merah alert TargetDown server kesepuluh, kira cuma kurang scrape config tapi SSH gagal total karena node_exporter nggak ada dan Ansible kena batas MaxAuthTries dari terlalu banyak kunci ed25519. Akhirnya benerin urutan playbook: hardening SSH dulu (hanya kunci, urutin biar nggak kebakar limit), baru deploy node_exporter. Sekarang idempoten, server baru jalanin playbook sama aja.
#ansible#prometheus#node-exporter - 17.23devops
Mendaftarkan KTM: Ketika Server Ke-10 Justru Membongkar Ilusi Otomatisasi
Server ke-10 fleet bongkar ilusi otomatisasi: SSH MaxAuthTries terbakar, cloud-init timpa hardening, node_exporter nggak ter-deploy. Pelajaran: fleet discipline berarti pipeline idempoten, bukan manual one-off.
TL;DR: Tambah server ke-10 gagal karena SSH MaxAuthTries 6 habis dipakai kunci salah urutannya, plus cloud-init override PasswordAuthentication lewat file drop-in yang menang leksikal. Server baru juga nggak pasang node_exporter jadi monitoring buta. Pelajarannya: playbook harus idempoten kelola config cloud-init eksplisit, jangan asumsikan rollout lama pasti jalan.
#ansible#ssh#hardening - 12.19backend
Field Turunan Saya Basi Lagi, Tiga Hari Setelah Di-Backfill
Commit backfill next_review basi lagi tiga hari kemudian. Solusinya: field turunan dihitung saat dibaca, nilai manual tetap dipertahankan.
TL;DR: Gue ngabisin waktu backfill manual field next_review, eh besoknya datanya basi cuma gara-gara satu berkas baru. Ternyata itu field turunan yang bisa dihitung sendiri dari last_updated plus 90 hari, jadi mending derive pas dibaca, gak perlu disimpen. SQLite sama PostgreSQL aja udah setuju lewat generated column dan view; nyimpen cuma worth it kalau ada override manual atau bacaannya berat banget.
#python#sqlite#postgresql - 17.16devops
Tiga Fix untuk Dashboard Monitoring Server yang Noise
Dashboard monitoring server jadi noise saat item perhatian puluhan tanpa organisasi. Tiga fix kecil mengubah grid datar jadi workflow yang bisa dipakai.
TL;DR: Dashboard monitoring punya terlalu banyak item perhatian di satu grid datar, jadi yang kritis susah ketemu. Penulis bikin tiga fitur: search dengan debounce di API, tombol filter severity, dan grouping item per server yang bisa di-collapse berdasarkan severity terburuk. Ketiganya bikin workflow jadi cepat, langsung keliatan masalah kritis tanpa scroll panjang.
#monitoring#ux#devops - 12.24backend
Invalidasi Cache Redis: Naikkan Versi, Jangan Hapus Key
Ganti cara invalidasi cache jawaban chat AI: bump versi namespace dengan INCR supaya key lama unreachable, bukan dihapus satu-satu.
TL;DR: Jawaban chat AI yang di-cache di Redis jadi basi tiap artikel berubah, dan masalah utamanya bukan SCAN yang blocking melainkan fan-out invalidasi yang rumit. Solusinya versioned key: tiap mutasi nge-bump counter versi via INCR, key lama jadi unreachable dan mati sendiri lewat TTL 24 jam. Bonusnya ada lookup mundur ke versi sebelumnya dan fallback persona saat LLM down.
#redis#caching#cache-invalidation - 02.34backend
Semantic Search di VPS 1GB Tanpa Vector DB
Cosine pure-Python, vektor di postmeta MariaDB, embedding di mesin lokal. Fitur semantik tanpa service baru di server 1GB.
TL;DR: VPS 1GB tak kuat menjalankan vector database plus model embedding, jadi bebannya dipecah. Embedding dihitung di mesin lokal via Ollama, vektor disimpan sebagai JSON di postmeta MariaDB, dan cosine similarity pakai pure Python tanpa numpy untuk deteksi duplikat. Skema ini efisien untuk puluhan artikel, tapi mulai jebol saat katalog ribuan atau QPS tinggi.
#python#fastapi#embedding - 16.31backend
Bare python di entrypoint Docker: interpreter sistem, bukan venv
Script seed knowledge gagal terus di container padahal file ada di image. Ternyata bare python manggil interpreter sistem, bukan venv.
TL;DR: Script knowledge seed gagal di Docker karena bare python memakai interpreter sistem, bukan venv, sehingga dependensi yang terpasang tidak terlihat. Solusinya panggil interpreter venv dengan path absolut dan set PYTHONPATH ke root project agar import berfungsi. Tambahkan || echo skipped supaya container tetap hidup dan kegagalan tetap tercatat di log.
#docker#python#deployment - 11.40backend
Upsert Idempoten di Entrypoint, Biar Data Chat Gak Selisih Lagi
Data baseline chat bot lokal dan VPS selisih karena seeding manual. Solusinya: seed JSON di repo di-upsert via entrypoint container.
TL;DR: Data knowledge di VPS kurang karena baseline diisi lewat copy-paste SQL manual yang rawan kelewat baris. Solusinya: seed file di repo di-upsert otomatis tiap container start pakai INSERT ON DUPLICATE KEY UPDATE dengan slug sebagai kunci alami. Pelajarannya: affected-rows 2 berarti update satu baris, dan dev-prod sebaiknya parity agar bug serupa tidak lolos.
#mariadb#docker#python