Nama Grup Navigasi yang Hanya Masuk Akal bagi Penulis Kodenya
Nama grup navigasi yang mengikuti batas modul hanya masuk akal bagi penulis kodenya. Regroup mengikuti tugas operator.
Ringkasan
Sidebar akun operator bidang terlalu panjang dan tercampur. Operator harus memahami cara sistem bekerja untuk menggunakan sidebar dengan efektif. Perancang harus mempertimbangkan mental model pengguna saat merancang sistem.
Saya membuka sidebar dengan akun operator bidang, dan daftarnya sudah tidak bisa dipindai sekali lihat. Satu grup bernama Bidang Anda berisi sebelas tautan sejajar: Informasi, Media, Ulasan, Layanan, Paket Sewa, Persyaratan Dokumen. Tepat di bawahnya ada grup kedua, Fungsi Lintas. Saya berhenti membaca di situ.
Tidak ada operator yang pekerjaannya bernama fungsi lintas. Nama itu hanya masuk akal bagi orang yang menulis kodenya.
Dugaan pertama saya salah. Saya kira masalahnya cuma jumlah tautan, jadi solusinya memperpendek daftar atau menambahkan kotak pencarian. Setelah dibaca satu per satu, panjang daftar bukan penyebabnya. Isinya yang tercampur.
Dua pekerjaan, satu orang
Operator bidang mengurus aset konten divisinya, lalu menangani ulasan dan permohonan warga yang masuk ke bidang itu. Dua-duanya dikerjakan orang yang sama dalam satu sesi kerja. Di sidebar keduanya terpisah jauh karena di kode keduanya tinggal di modul berbeda, dan Fungsi Lintas dibentuk mengikuti batas modul itu.
Mental model adalah keyakinan pengguna tentang cara sistem bekerja, dan keyakinan itulah yang menentukan cara ia memakainya (NN/g). Kalau sidebar menempatkan Informasi dan Ulasan di dua dunia berbeda, operator menyimpulkan keduanya memang dua urusan berbeda. Padahal bukan.
Alasan grup itu terasa wajar bagi yang menulisnya juga jelas. Perancang cenderung menganggap setiap fitur sudah jelas posisinya karena ia yang merancangnya (NN/g). Pengguna tidak mewarisi kejelasan itu. Card sorting dipakai justru karena orang mengelompokkan hal dengan cara yang tidak sama dengan pembuatnya (NN/g).
Satu model, dua jenis akun
Hasil regroup: akun terbatas melihat Bidang Anda untuk konten divisinya dan Pelayanan Warga untuk alur layanan warga. Akun superadmin memakai model yang sama, bukan model lain: Semua Bidang, Konten & Media, Pelayanan Warga, Administrasi. Dua menu lama, Pengguna dan Sistem, masuk ke Administrasi. Perhatikan pola penamaannya: group yang sama dapat awalan lingkup berbeda, Bidang Anda menjadi Semua Bidang, Pelayanan Warga tetap Pelayanan Warga. Label mengikuti pekerjaan, hanya cakupannya yang berubah. Operator yang naik dari akun bidang ke akun global tidak perlu mempelajari peta baru; ia hanya melihat cakupannya melebar.
Alternatif yang ditolak: mempertahankan Fungsi Lintas hanya untuk superadmin. Ditolak karena akun global justru yang paling sering berpindah konteks, dan dua model navigasi berarti dua peta mental yang harus diingat bergantian.
Yang tidak saya sentuh: kode otorisasi. Diff ini hanya memindahkan tautan antar-grup, tidak mengubah satu pun pemeriksaan izin. Memisahkan perubahan izin dari perubahan tata letak membuat masing-masing bisa direview sendiri, dan kalau ada yang rusak, penyebabnya jelas ada di diff yang mana.
Satu kasus menarik: Persyaratan Dokumen masuk Pelayanan Warga untuk semua akun, tetapi untuk akun bidang ia tampil ber-mata, penanda baca saja, sampai guard backend untuk modul itu selesai. Grup mengikuti tugas, izin tetap mengikuti aturan. Kalau grup harus menunggu izin siap, operator kehilangan tempat mencari fitur yang memang akan ia pakai; kalau izin menunggu grup, yang muncul adalah tautan yang selalu 403. Menempatkan tautan di grup tugasnya lalu menandai statusnya dengan mata adalah jalan tengah yang bisa dijelaskan ke operator dalam satu kalimat.
Spec e2e navigasi ikut diperbarui supaya menguji keanggotaan grup: setiap tautan diasersikan berada di dalam wrapper grupnya, bukan sekadar muncul di halaman. Efek sampingnya, test gagal kalau ada tautan pindah grup tanpa spec diperbarui. Untuk superadmin, asersinya sekaligus memastikan Persyaratan Dokumen tampil polos tanpa mata, dan versi baca saja dihitung nol. Itu memang tujuannya.
Ini masih hipotesis
Belum ada card sort maupun tree test dengan operator asli. Regroup ini adalah hipotesis struktur navigasi, dan dicatat sebagai hipotesis, bukan hasil uji. Tree testing ada karena alasan sederhana: kalau tidak diperiksa, yang dilakukan hanya menebak (NN/g).
Satu hal yang saya bawa ke perubahan berikutnya: saat sebuah menu harus diberi tempat, pertanyaannya bukan "modul ini tinggal di folder mana", melainkan "operator ini sedang menyelesaikan pekerjaan apa".
Daftar sumber:
NN/g: Mental Models and User Experience Design, NN/g: Card Sorting, NN/g: Tree Testing.