ai-agents
Catatan teknis seputar web development, DevOps, dan integrasi AI.
20 artikel
- 02.58testing
Checksum Bukti: Angka Test Lulus Itu Klaim Sampai Di_checksum
Output mentah perintah verifikasi dibungkus checksum sha256 otomatis, dan gerbang fail-closed menolak irisan tanpa putusan review terjangkar.
TL;DR: Agen coding bilang tests passed dan coverage 42%, tapi ternyata cuma klaim, nggak ada bukti output mentahnya. Solusinya, skrip shell nyimpen bundel bukti plus checksum sha256, jadi kalau angkanya disunting, ketahuan. Ada juga gerbang fail-closed: irisan nggak boleh disebut selesai kalau review-nya belum PASS semua.
#ai-agents#testing#qa - 02.54devops
Token Status Review: Utang Review yang Bisa Digrep
Empat token review:* plus validator papan membuat utang review agen terlihat, terhitung, dan bisa dibatch tanpa menunda permukaan keamanan.
TL;DR: Review per irisan kan bolak-balik dan boros token, padahal irisan kecil bayarnya sama mahalnya sama yang gede. Jadi tiap baris wajib bawa token review, yang nyentuh keamanan tetap langsung direview, sisanya nunggu dibatch bareng pas antrean numpuk. Untungnya statusnya bisa digrep, jadi nggak ada utang review yang sembunyi di kepala.
#code-review#ai-agents#workflow - 15.38ai
Kontrak Sebelas Agen Spesialis: Batasan Alat, Bukan Narasi
Sebelas file .claude/agents bikin saya sadar: yang mengendalikan subagen adalah field tools, model, dan hook, bukan panjang deskripsinya.
TL;DR: Ternyata yang ngatur agen bukan deskripsi panjangnya, tapi field kecil kayak tools, model, dan maxTurns yang membatasi apa yang boleh mereka sentuh. Tiap agen cuma dikasih alat yang memang dia butuh, dan laporannya wajib menyebut konsumennya biar bisa diteruskan. Gerbang kerja diikat ke cek yang bisa dijalankan, bukan cuma obrolan.
#ai-agents#claude-code#coding-agent - 18.07ai
Prompt Bukan Permintaan, Melainkan Spesifikasi Kerja
Tugas agen yang sama memberi hasil berbeda setiap eksekusi. Penyebabnya prompt yang menyisakan keputusan pada model; solusinya spesifikasi kerja eksplisit.
TL;DR: Prompt sama tapi hasilnya beda-beda tiap dijalankan? Bukan modelnya yang error, tapi promptnya kekurangan detail, jadi model nebak sendiri bagian yang gak disebut. Anggap prompt itu spesifikasi kerja: sebutin tujuan, batasan, bentuk output, sama cara verifikasi, hasilnya konsisten dan hemat iterasi.
#prompt-engineering#ai-agents#workflow - 18.02ai
Superpowers untuk Coding Agent: Branching Masuk Akal
Adopsi kerangka superpowers mengubah aturan branching dari ritual penamaan jadi kebutuhan isolasi worktree. Pengalaman menerapkannya pada coding agent.
TL;DR: Superpowers itu framework berbasis skills yang memaksa coding agent jalan terdisiplin: brainstorming, worktree, TDD, sampai code review. Git worktree bikin tiap tugas punya branch dan direktori sendiri, jadi dua sesi bisa paralel tanpa tabrakan. Buat proyek kecil sih lebay, tapi pas agen jalan ratusan langkah sendirian, disiplin ini penyelamat.
#claude-code#superpowers#git-worktree - 13.52ai
Mental Mode Enterprise: 119 Baris Aturan Anti-Birokrasi
Commit +119 baris aturan eksekusi di AGENTS.md sempat saya duga jadi birokrasi baru. Ternyata kebalikannya: interview dibatasi, kartu di-scale, iterasi dicap.
TL;DR: Awalnya kirain aturan 119 baris ini cuma nambah ribet buat tugas sepele, ternyata malah bikin kerjaan lebih satset. Kuncinya ada di kartu kerja yang jelas plus verifikasi yang bisa dicek langsung jadi agen nggak ngarang sendiri. Hasilnya revisi nggak muter-muter dan kita bisa ninggalin keyboard dengan tenang.
#ai-agents#workflow#opencode - 13.22ai
26 Baris Aturan Agent yang Saya Hapus dari Dua Repo
Blok no-coding di dua file aturan akhirnya saya cabut. Ternyata aturan di file instruksi agent cuma konteks yang ikut termuat, bukan penjaga yang mengeksekusi.
TL;DR: Gue akhirnya hapus aturan no-coding Hermes di dua repo soalnya ternyata cuma jadi konteks doang, bukan blokir beneran dan bikin file gembung. Aturan gitu gampang kelupaan kalau context penuh, mending enforcement lewat hook sama approval gate. Sekarang tugas kecil gue kerjain langsung, yang ribet baru lempar ke Claude Code jadi lebih sat-set.
#hermes#claude-code#ai-agents - 14.58ai
Aturan Proses Universal untuk AI Coding Agent
Tiga file aturan proses yang saya paksa agent ikuti: vertical slice, empat tingkat testing dengan database nyata, debugging sistematis.
TL;DR: Gue pernah lihat AI ngoding semua layer sekaligus eh hasilnya nggak ada yang jalan. Terus gue bikin aturan tegas biar kerja per irisan fitur vertikal yang bisa dites langsung. Ditambah testing berlapis dan debugging urut jadi agent nggak asal ngasal lagi.
#ai-agents#testing#debugging - 14.19ai
Mendesain Init Rules Skill: Layered Pack dan Idempotensi
Spec 199 baris buat skill init-rules: layered pack universal + per-stack, CLAUDE.md jadi indeks, re-run idempoten ala konvensi Go dan Copier.
TL;DR: Awalnya kirain cukup taruh semua aturan di satu file gede di root, ternyata bikin ribet dan susah di-maintain. Akhirnya dibikin sistem layered, file root jadi indeks aja dan aturan dipisah per path plus per stack biar kepake seperlunya. Generatornya juga dibikin idempoten ala Go biar rerun nggak nimpa perubahan lokal sembarangan.
#ai-agents#tooling#automation