ai
Catatan teknis seputar web development, DevOps, dan integrasi AI.
71 artikel
- 01.01testing
Token AI Saya Bocor dari Snapshot Browser, Bukan dari Tesnya
Saya kira tesnya yang mahal. Ternyata tiap klik di agent browser mengembalikan satu snapshot accessibility tree, dan konteks habis di situ.
TL;DR: Saya punya masalah dengan QA. Saya tidak perlu biaya token tinggi. Saya ubah cara kerja agent.
#playwright#vitest#mcp - 02.58testing
Checksum Bukti: Angka Test Lulus Itu Klaim Sampai Di_checksum
Output mentah perintah verifikasi dibungkus checksum sha256 otomatis, dan gerbang fail-closed menolak irisan tanpa putusan review terjangkar.
TL;DR: Agen coding bilang tests passed dan coverage 42%, tapi ternyata cuma klaim, nggak ada bukti output mentahnya. Solusinya, skrip shell nyimpen bundel bukti plus checksum sha256, jadi kalau angkanya disunting, ketahuan. Ada juga gerbang fail-closed: irisan nggak boleh disebut selesai kalau review-nya belum PASS semua.
#ai-agents#testing#qa - 15.38ai
Kontrak Sebelas Agen Spesialis: Batasan Alat, Bukan Narasi
Sebelas file .claude/agents bikin saya sadar: yang mengendalikan subagen adalah field tools, model, dan hook, bukan panjang deskripsinya.
TL;DR: Ternyata yang ngatur agen bukan deskripsi panjangnya, tapi field kecil kayak tools, model, dan maxTurns yang membatasi apa yang boleh mereka sentuh. Tiap agen cuma dikasih alat yang memang dia butuh, dan laporannya wajib menyebut konsumennya biar bisa diteruskan. Gerbang kerja diikat ke cek yang bisa dijalankan, bukan cuma obrolan.
#ai-agents#claude-code#coding-agent - 18.07ai
Prompt Bukan Permintaan, Melainkan Spesifikasi Kerja
Tugas agen yang sama memberi hasil berbeda setiap eksekusi. Penyebabnya prompt yang menyisakan keputusan pada model; solusinya spesifikasi kerja eksplisit.
TL;DR: Prompt sama tapi hasilnya beda-beda tiap dijalankan? Bukan modelnya yang error, tapi promptnya kekurangan detail, jadi model nebak sendiri bagian yang gak disebut. Anggap prompt itu spesifikasi kerja: sebutin tujuan, batasan, bentuk output, sama cara verifikasi, hasilnya konsisten dan hemat iterasi.
#prompt-engineering#ai-agents#workflow - 18.02ai
Superpowers untuk Coding Agent: Branching Masuk Akal
Adopsi kerangka superpowers mengubah aturan branching dari ritual penamaan jadi kebutuhan isolasi worktree. Pengalaman menerapkannya pada coding agent.
TL;DR: Superpowers itu framework berbasis skills yang memaksa coding agent jalan terdisiplin: brainstorming, worktree, TDD, sampai code review. Git worktree bikin tiap tugas punya branch dan direktori sendiri, jadi dua sesi bisa paralel tanpa tabrakan. Buat proyek kecil sih lebay, tapi pas agen jalan ratusan langkah sendirian, disiplin ini penyelamat.
#claude-code#superpowers#git-worktree - 14.28ai
Kapan Agent AI Harus Dicabut dari Workflow
Kerangka evaluasi pencabutan agent AI dari produksi: audit excessive agency OWASP dan tanda operasional pematangan arsitektur.
#ai#security#mcp - 14.28ai
Konfigurasi MCP: Scope User atau Ikut Repo Proyek
Lokasi konfigurasi MCP menentukan keamanan: scope proyek ikut ditinjau tim dan Workspace Trust, scope user tetap pribadi namun luput review.
#mcp#vscode#security - 14.33ai
Kenapa Satu Prompt Penulisan Dipecah Jadi Kontrak dan Berkas Mode
Pada satu titik pengembangan, berkas prompt penulisan tunggal membengkak sampai 228 baris instruksi yang saling bertentangan.
TL;DR: Dulu prompt nulis cuma satu file berisi 228 baris perintah yang saling tabrakan, bikin hasilnya seret gitu. Solusinya dipecah jadi kontrak bareng 205 baris plus empat file mode: laporan, berita, tutorial, sama explainer. Kontrak jaga fakta, mode atur gaya, dan modenya dipilih sesuai janji ke pembacanya.
#ai#writing#prompt-engineering - 12.51ai
Ed Zitron Sebut AI Con: Fact-Check Rugi OpenAI dan Nubuat 2027
Klaim rugi OpenAI $20,9 miliar, subsidi langganan $200, dan nubuat runtuhnya 2027 dari Ed Zitron di DOAC diuji ke dokumen audit dan sumber primer.
TL;DR: Ed Zitron bilang AI generatif itu penipuan dan bakal ambruk 2027 di podcast 2 jam lebih. Pas dicek faktanya, kritik soal keuangan kayak rugi OpenAI dan subsidi token emang bener ada datanya. Tapi klaim con dan ramalan kiamat 2027 nggak kebukti, malah produknya laku dan Waymo lebih aman.
#ai#fact-check#ai-bubble