architecture
Catatan teknis seputar web development, DevOps, dan integrasi AI.
2 artikel
- 17.07backend
Skeleton FastAPI: Kontrak Lapis, Bukan Sekadar Folder Kosong
Empat folder berisi init.py kosong ternyata memegang kontrak lapisan, unit of work per request, dan titik integrasi multi-tenant yang menjaga skeleton tetap sehat.
TL;DR: Bikin empat folder kosong buat DemandScope keliatan males banget, padahal itu kontrak per lapisan biar logika nggak bocor. Commit-nya pake dependency yield, jadi request gagal auto rollback dan tenant sama user kebikin atomik. Multi-tenancy diatur via JWT, batas bcrypt dijaga Pydantic, terus NoopSource tinggal disambung pas butuh aja.
#fastapi#python#jwt - 15.57backend
Saat Saya Berhenti Memisahkan Kode Berdasarkan Lapisan Teknis
Commit d7f02b2 memperkenalkan aturan wajib vertical slice architecture dan 4-tier testing: setiap fitur dibangun end-to-end dalam satu iterasi, bukan layer-by-layer horizontal. Hasilnya development lebih cepat, bug tertangkap di layer murah via Testcontainers, dan isolasi fitur bersih tanpa efek samping.
TL;DR: Awalnya gue kira pisah kode per layer itu rapi, eh pas fitur nambah malah pusing karena ubah DB dikit API bisa error. Sekarang pakai vertical slice jadi satu fitur ngumpul dari migrasi sampai frontend, lebih aman nggak merembet kemana-mana. Testingnya dibagi empat level pakai Testcontainers dan Playwright buat alur kritis, debuggingnya juga wajib urut biar nggak asal tebak.
#vertical-slice-architecture#testing#testcontainers